PADEPOKAN MACAN TELAGA MERAH (MTM)
SK KEMENKUMHAM NO AHU-0002266.AH.01.07. TAHUN 2023.
Perguruan/Padepokan yang berpusat di dusun. Ceweng, Ds. Sendangrejo, rt. 11, rw. 01, kec. Dander, kab. Bojonegooro, Jawa Timur.
Assalaamualaikum Wr.Wb.
Perguruan/Padepokan MTM adalah sebuah perguruan yang di dirikan oleh Joko Dayu Satrio Tondo Negoro (gubes mtm), Latar belakang beliau adalah seorang pecinta ilmu hikmah yang mencintai tirakat sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), Beliau sudah tampak belajar ilmu hikmah, tirakat dll, ketertarikan beliau di dunia hikmah/ spiritual ghaib memang sangat tinggi, bahkan bisa dikatakan tidak pernah padam, tiap hari belajar, mendalami, menjalani tirakat puasa tiap hari sampai saat ini pun belum selesai, kalau ditanya Beliau menjawab seumur hidup. Memang kecintaan beliau terhadap ilmu sungguh luar biasa tiada keraguan, ilmu adalah kebahagian beliau, tirakat adalah jalan kependekaran beliau.
Belajar tiada akhir agar bermanfaat bagi sesama, maka beliau mengajarkan ilmu beliau lewat jalan di dirikanya Padepokan, agar lebih mudah dalam pembimbingan & pengawasanya, karena meskipun beliau ini usianya masih sangat muda, akan tetapi murid beliau sangat banyak baik dari jawa, luar jawa maupun luar negeri,dari itulah MTM didirikan sesuai petunjuk dari Allah dan guru sejati.
MTM perguruan silat tenaga dalam yang disebut juga PSTD MTM Perguruan silat tenaga dalam, memang ada gerak jurus, akan tetapi kekuatan dalam lebih di utamakan oleh gubes MTM hingga diterapkan dalam perguruan ini, karena rahasia dari kekuatan bawaan lahir bila mampu membangkitkan akan menjadi pembendaharaan hasiat yang tak terbatas seumur hidup, sebuah kekuatan dari Allah langsung bawaan lahir tidak bisa di hitung atau diukur oleh kekuatan manusia, rahasia-rahasia ini bisa kita bangkitkan untuk segala hasiat, segala kekuatan besar untuk mengarungi kehidupan ini.
ilmu itu bukan sekedar mantra, bukan sekedar tirakat, namun ilmu butuh wawasan yang benar dan luas serta guru yang benar-benar mengerti tentangnya, dari itulah, kami segenap Pengurus MTM mengajak saudara yang belum punya perguruan untuk mengikuti perguruan kami ini (MTM).
BAJU KEBESARAN PAYUNG AGUNG
Seragam mtm yang selalu disebut oleh Guru Besar dengan sebutan HANOTOKUSUMO PAYUNG AGUNG, atau onto kusumo payung agung ini memang semua anggota MTM harus memiliki mulai dari seragam hitam siswa hingga warga yang berwarna merah, karena seragam ini menjadi seragam atau baju kebesaran yang sangat diharapkan oleh Guru Besar kita, dari itulah harapan dari Guru Besar kita merupakan Ridho dari pada guru kita ketika kita bisa melaksanakannya, ketika kita bisa memilikinya sesuai yang diharapkan oleh Guru Besar kita sangat luar biasa sekali.
Beliau itu kalau melihat orang berkumpul dengan baju MTM, Beliau itu sangat haru banget sangat luar biasa sekali kata beliau, apalagi orang yang sudah punya anak, sudah berkeluarga, baik itu pria maupun perempuan ketika berkumpul meluangkan waktu masih mau menggunakan baju kebesaran MTM beliau sangat bersyukur sekali, pasti ketika ada yang seperti itu tanpa kita minta itu udah keluar sendiri doa seorang guru, dan ketika doa itu keluar tanpa diminta itu lebih ikhlas, doa sirri seperti itu tentunya lebih mustajab dan membawa banyak berkah bagi kehidupan para muridnya, sungguh disayangkan bagi kita yang tidak memiliki baju kebesaran seperti ini, yang mana baju yang selalu disebut oleh Guru Besar sebagai Hanotokusumo Payung Agung, payung Agung itu yang berarti sebuah payung besar yang bisa memayungi semua tentang diri kita, ekonomi kita, usaha kita, perjalanan kita, semuanya. kita harus tahu juga bahwa payung seperti itu juga dipasang di keraton sebagai simbolis. payung meskipun tidak di Bawa ke mana-mana, kita itu masih terlindungi, di ayomi, karena itu sebagai simbolis tetap bisa dipajang di rumah, dari itulah diharapkan kita murid MTM wajib mempunyai seragam seperti itu, bagi yang perempuan sudah punya anak juga harus punya biar punya sebuah kebanggaan dan anda selalu terpayungi dalam doa Guru Besar dan semua kegiatan-kegiatan di pusat, keberkahan dan kemanfaatan dari doa yang dilaksanakan bisa di dapatkan oleh semua murid, ketika Anda sedang banyak masalah coba anda pake baju seperti ini, kita itu serasa dinaungi oleh guru kita, ketika wirid kita tuh berasa ada di dalam sebuah ruangan yang mana ruangan itu adalah ruangan teristimewa daripada Guru Besar kita, ruangan padepokan kita yang sudah di Ridhoi oleh Guru Besar kita. Bagaimana kalau kita yang sudah tua tidak ikut latihan silat, tidak mampu untuk gerak fisik, itu tetap kami sarankan memiliki seragam ini. karena seragam ini adalah identitas dari pada murid MTM. hubungan antara guru dan murid agar selalu terjaga sampai di akhirat nanti, itu kata Guru Besar kita. Bagi kalian yang sudah tidak begitu memikirkan perkembangan MTM, dan hanya memikirkan usaha kita sendiri itu bagaimana ? ya ndak boleh… apa pun kita, profesi kita, kita dukung apa yang menjadi program Guru Besar, kita jalankan apa yang menjadi programnya Guru Besar, karena program Guru Besar itu adalah sesuatu hal yang sangat diharapkan Guru Besar untuk dilakukan oleh para anggota MTM, setidaknya kita kalau tidak bisa dengan tenaga kita bisa menggunakan dengan cara yang lain, bisa dengan cara pikiran, kalau dengan pikiran juga tidak bisa, bisa dengan cara yang lain yang bisa membawa kebaikan untuk Padepokan Macan Telaga Merah tentunya.
Dan Guru Besar juga berpesan kalau kamu punya istri, istrimu kamu MTM kan. karena dengan ikut MTM itu tidak ada kerugian sedikit pun yang didapat, kita bisa mendapatkan banyak keuntungan ketika masih hidup, ketika meninggal juga didoakan, Didoakan rohnya, jasad nya, Nur nya, fikiranya, jiwa raganya, semua didoakan agar dalam kehidupan ini kita itu bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan diberi keselamatan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, sesuai Petuah guru besar yang disampaikan seperti ini, kita baca secara seksama:
Kita simak 12 petuah gubes mtm terlebih dahulu semoga membawa manfaat bagi kita semua:
12 PETUAH GURU BESAR MTM
Petuah ke-1
Sudah benar dengan bergabung menjadi anggota MTM, karena dengan bergabungnya saudara menjadi anggota MTM berarti saudara tidaklah memikirkan diri sendiri, akan tetapi memikirkan leluhur anda secara menyeluruh, karena Kami beserta anggota MTM ditiap hari mendo’akan semua angota MTM beserta leluhurnya sampai Nabi Adam AS, semua berjalan secara umum mulai bulan september 2024. Cara penyatuan sesuai rangkaian untuk memberikan nur kepada jasad, ruh, qorin, rejeki, keselamatan, kehidupan, dzohir, batin, akal, pikirannya semua anggota MTM, maka jalanilah yang kami ajarkan .
Petuah Ke-2
Wiridkanlah ilmu panetepan MTM dan ilmu macan sulaiman minimal masing-masing sebanyak 3x tiap hari, karena ini lebih kami (Gubes MTM) utamakan, lebih kami anjurkan meskipun sudah pada tingkatan warga berapapun, karena Ruh semua ilmunya ada ilmu tersebut diatas, jalani untuk menemukan segala kebaikan dalam kehidupan, temukan kesejatian dan Ridho Guru.
Petuah Ke-3
Meskipun sudah di tingkatan lanjutan, di tingkatan berapapun, tetaplah sebelum wirid ilmu apapun dahului membaca ilmu panetepan MTM dan macan sulaiman, ilmu ini sudah disatukan dengan tirakatan dan semua ilmu Kami (Gubes MTM), Agar semua murid MTM mendapatkan keberkahanya .
Petuah Ke-4
Jaga tali silatur rahim, hormati saudara seperguruan seperti engkau menghormati (Gubes MTM) gurumu, Saling menolonglah sesama anggota MTM dalam hal kebaikan, saling menjaga sesama anggota MTM ibarat kata sakitnya kita rasakan bersama. begitupun kebahagiaanya kita rasakan bersama, jalanilah, karena disela-sela itu semua ada do’a dan Ridho gurumu
Petuah ke-5
Berbuat baiklah selalu, meskipun tidak semua kebaikanmu itu diterima baik oleh orang lain, karena sesungguhnya perbuatan baik tidak membutuhkan penilaian, akan tetapi menanam kebaikan tentunya akan menuai kebaikan, adapun penilaian dari orang lain hanyalah reaksi alam dalam menanggapi
Petuah Ke-6
Berbaktilah kepada kedua orang tua, guru, dengan segala bakti, serta mendekat kepadanya termasuk leluhurmu (dengan mendo’akan) nya, maka kebahagiaan, kemuliaan, kedudukan, derajad, harta, semua akan kamu dapatkan. petuah dari syech maulana magribi kepada kami (Gubes MTM) tahun 2014
Petuah Ke-7
Do’akanlah seluruh anggota MTM beserta keluarganya setiap harinya seperti yang tertera dalam tawasul MTM, agar do’a kita semua tersambung, ini adalah cara murid untuk menjemput do’a dari sang guru, ini juga menjadi langkah kita mewujudkan kasih sayang kita sesama keluarga besar padepokan macan telaga merah, yang saling mengasihi
Petuah Ke-8
Kirimlah hadiah fatihah beserta do’a kepada anggota MTM yang masih hidup maupun sudah meninggal beserta leluhurnya sampai Nabiyullah Adam Alaihis Salam, karena hal ini adalah wujud cinta, mendekat memulyakan leluhur semua anggota MTM, dan hal serupa Kami (Gubes MTM) jalani.
Petuah Ke-9
Berusahalah menghilangkan sifat iri, dengki, hasud, kerena sifat itu merusak diri dan kehidupan kita, mengganggu keseimbangan alam serta merugikan orang disekitar kita.
Hiduplah dengan baik, luwes dan bijaksana
Petuah Ke-10
Jauhi prasangka buruk, karena hal itulah yang memperburuk dirimu sendiri, jiwamu gelap, ragamu rusak, duniamu bahaya dan akheratmu celaka, maka dari itu selalu berprasangka baik adalah pilihan yang haq
Petuah Ke-11
Jangan pernah mencampur adukkan urusan pribadi kedalam organisasi/perguruan, hal itu akan merusak bebersamaan, jagalah perguruanmu seperti engkau menjaga semua hak-hakmu
Petuah Ke-12
Jangan pernah keluar dari keanggotaan MTM, karena ini adalah hubungan kita dunia sampai akhirat, berkumpul didunia dan berkumpul pula di akhirat itulah do’a kami (Gubes Mtm) sepanjang hidup dan semoga diteruskan pula oleh keturunan-keturunan kami
Kami sertakan dua pengantar kitab Mtm siswa sebagai wacana saja dengan membawa hasanah bagi sang pembaca.

