Ritual Sayuto Sardulo Noto Simo Kusumo MTM

by

in

Ritual inti yang dilakukan di tempat inti yakni”

PEPUNDEN WAHYU KEMBAR NDARU SAYUTO SEGORO WINOTAN MACAN TELAGA MERAH AJISAKA DAN ANGLING DHARMA

Perjalanan spiritual Guru Besar (Gubes) Macan Talaga Merah (MTM) Joko Dayu Satrio Tondo Negoro Sang Surya Macan Pringgondani dibulan ke-21 bulan menuju 8 Tahun, yang saat ini sudah ditahun yang ke 8 dalam menjalani riadhoh tirakatan(Di rencanakan seumur hidup). Spiritual beliau tersambung ke aura gaib Angling Dharma dan Aji Saka dan lain sebagainya yang menimbulkan penyatuan jiwa secara spiritual tataran kasepuhan beliau, Maka dari itu beliau memutuskan untuk memindahkan ” Nur Sembulat Jiwo ” atau kekuatan hidup dari tempat moksa Pangeran Aji Saka dan Prabu Angling Dharma pada 21 bulan berjalan ketika beliau mendalami tirakat. Dan alhamdulillah di ijinkan oleh Eyang Angling Dharma dan EyangAji Saka.

Perlu kita ketahui bahwa tempat “ Moksa “ dapat diartikan sebagai tempat terakhir menjalani kehidupan di dunia ini. Maka dari itu tempat pemindahan moksa itu oleh beliau (Gubes MTM) ditandai dengan nisan. Karena nisan merupakan simbol peristirahatan terakhir di dunia ini.

Sebuah nisan yang kami bangun hanya untuk menjukan suatu simbol peristirahatan semata dan bukanlah sebagai pertanda kuburan ( Makam ). Alasan Gubes MTM adalah bahwa kuburan ialah tempat orang mati/meninggal dunia. Sedangkan Eyang Aji Saka dan Eyang Angling Dharma tidaklah mati melainkan moksa.

2 nisan tersebut di buat di area Padepokan Macan Telaga Merah Pusat dan akan diziarahi oleh keluarga Gubes setiap malam rabu kliwon dan hari-hari penting lainya dengan memakai seragam siswa lengkap. Dan area moksa tersebut akan di buka setiap malam rabu kliwon juga malam jum’at legi bila Gubes Menghendaki.

Dengan 100% keyakinan, beliau menyatakan kalau aura moksa Pangeran Aji Saka dan Angling Dharma memang sudah terpindahkan sepenuhnya ke tempat yang sudah disiapkan sesuai harapan.

Dalam hal ini, pada suatu malam, Gubes MTM juga mendapat pengalaman ghaib, bahwa Gubes MTM nama Angling Dharma adalah Syech Umar Ali. Dan pada saat itu, kami semua Dewan Pusat pun merasakan dan meyakini akan kehadiran beliau berdua (Eyang Aji Saka dan Eyang Angling Dharma) di detik-detik pemindahan tersebut yang disertai berbagai ritual dan do’a.

Tapi kami tegaskan kembali bahwa bangunan ini bukanlah suatu kuburan. Namun hanya sebagai perlambang perjalanan terakhir menuju keabadian.

Di dalam lokasi “ Wahyu Kembar Pepunden ndaru sayuto segoro winotan Macan Telaga Merah “ terdapat bangungan nisan serta ada 2 payung pusaka. Ialah sebuah payung keramat bernama “ Payung Keprabon dan Payung Kasatrian “ yang sangat kuno. Oleh Gubes MTM payung ini sangat di keramatkan. Menurut beliau payung itu sangat bermakna, meskipun hanya sekedar melihatnya, serta tempat Penyimpanan pusaka padepokan secara keseluruhan lengkap panji-panji ada di dalam ruangan ini, adapun pusaka-pusaka agul-agul mtm namanya tidak disebutkan.

Sangat luar biasa tempat yang dimuliakan beliau ini, sangat wingit, untuk bisa memasuki saja menjadi kebanggaan tersendiri.

Selain itu, di tengah-tengah jarak antara payung terdapat simbol mtm asli. Di dinding atasnya juga ada naga hijau, itu sebagai simbol keberadaan dan penghormatan terhadap eyang joko dayu yang sudah menyatu dengan Mtm.

Kitab besar pun berada didalamnya.
” itu kitab apa gubes kok besar sekali..? Sepertinya kuno begitu bentuknya..? ” ucap Dewan Pusat.

Sambil tersenyum gubes menjawab, ” itu kitab jamus kalimasada biarkan bertempat di situ sebagai kitab pusaka padepokan “.

Dan di samping kitab tersebut terdapat patung dari kayu berbentuk naga berwarna merah, serta naga membawa mustika diatas bangunan. ” patung naga merah itu sebagai simbol keberadaan naga merah ( eyang jalmo kusumo ) yang sudah bertempat di situ sejak 530 tahun yang lalu, yang memang disiapkan untuk padepokan macan telaga merah “, kata leluhur beliau, yang mana mengenai naga merah itu telah diceritakan oleh beliau (gubes) sebelum mtm berdiri.

Sekarang semua sudah menyatu untuk berjalan bersama. Wahyu kembar pepunden ndaru sayuto segoro winotan macan telaga merah di gunakan untuk menampung ghaib khodam harimau dan ular/naga dari berbagai penjuru, serta khodam-khodam jenis apapun di tampung di lokasi tersebut. Menariknya lagi lokasi wahyu pepunden macan telaga merah adalah tempat yang paling disukai oleh gubes untuk melakukan wirid, ritual, do’a serta melakukan tirakatan apapun jenisnya ( ritualan apapun itu tempatnya ).

Beliau bahkan pernah berkata, ” inilah samudra, inilah pintu, inilah telaga, inilah jalan, dan inilah hatiku menjadi hati yang perkasa, hati yang mengerti, hati yang terang, karena ditempat inilah sarana terbuka berbagai hal tentang diriku. Semoga juga untuk para murid-muridku.

pepunden dilebarkan sampai ke kamar gubes, yang dulu adalah tempat pertemuan gaib, yang sangat pasti adalah tempat semedi, ritual, wiridnya gubes, yang kemudian dijadikan kamar tidur, kemudiaan saat ini di jadikan punden juga demi memperluas dan mengindhkan pepunden ini, tempatnya dingin meskipun tidak ada jendela, karena dibawahnya ada sumber air yang besar, sangat bersejarah dalam kehidupan gubes tempat ini.

Di sisi lain, gubes seringkali masuk ke lokasi pepunden dengan memakai baju kebesaran mtm tingkat siswa lengkap sabuk hijaunya baik ketika melakukan ritual, bersih-bersih. Dan apalagi, sebelum di bangun pepunden tersebut, tempat itu telah menyambung dengan kamar ritual gubes yang berada di sebelahnya.

Dan untuk hari rabu kliwon atau malam rabu kliwon adalah hari istimewa wahyu kembar pepunden ndaru sayuto segoro winotan macan telaga merah. Oleh karenanya kemarin pernah ada pengurus yang dilarang masuk selain hari tersebut.

Di punden inilah anggota mtm disahkan macannya, disatukan menyeluruh, tiap masuk di wajibkan membaca 7 macan yang sudah ditentukan disiapkan oleh pusat, sangat penting karena ini namanya RITUAL SAPTO SARDULO JOYO SAMPURNO•

Sapto sardulo atau 7 harimau raja yang membawahi banyak harimau, dalam ritual 7 harimau atau sapto sardulo kita akan mendatangkan ruh 7 manusia harimau generasi terakhir yakni:

  • Bisri Bin Muhammad Qosin Aceh.
  • Tampan Bin Raja Deli Langkat.
  • Andung Binti Umai Riau.
  • Rustam Bin Sutan Santi Bengkulu.
  • Maulana Ishaq Jambi.
  • Husni Bin Muhammad Ukai Palembang.
  • Raden Utoyo Bin Teriman Lampung.

Serta 7 harimau sumatra dari berbagai zaman, khodam harimau dari berbagai zaman, yang tentunya ritual ini di selaraskan langsung secara otomatis oleh Mahadiraja nya macan yang sering kita sebut “sulthonul haidar gus imam mak’ruf joko dayu satriyo tondo negoro surya macan pringgondani.

Tujuan dari ritual sangatlah jelas untuk mengenalkan murid ke semua macan dialam kita maupun alam sebelah, penyempurna puncak ilmu, sah macan, pengukuhan dan pengakuan diri menjadi keluarga macan sehingga dihormati oleh semua macan dan tidak akan di ganggu apalagi di makan oleh macan, dengan ritual inilah yang membuat kita pun benar2 dimacankan, berpendamping macan dan macan itulah kita, kalau kemarin kita mendaftar jadi anggota MTM tentunya sudah punya jalanya menuju macan dengan isian serta semua ilmunya, kali ini pendaftaran itu akan kami “Acc” untuk dimacankan anggota MTM, dari itulah laksanakan untuk mengikuti semua prosesinya sampai selesai dipunden.
Ketika ritual semua lampu dimatikan dipimpin oleh pengurus pusat.

SEGALA RITUAL ADA DISINI MULAI DARI SAPTO SARDULO HINGGA SAYUTO SARDULO NOTO SIMO KUSUMO.

ATURAN MASUK KE LOKASI PEPUNDEN MACAN TELAGA MERAH :

  • Wajib memakai baju kebesaran MTM tingkat siswa beserta sabuknya.
  • Membawa minyak melati minimal 3 mili liter atau bunga melati.
  • Harus bersih dari hadas kecil dan besar.
  • Begitu pentingnya baju kebesaran ini, hingga gubes melarang ilmu warga benar-benar tidak boleh di pelajari warga yang belum punya baju kebesaran ini, karena ini adalah petunjuk dari gaib punden.

PANTANGAN MASUK KE LOKASI PEPUNDEN MACAN TELAGA MERAH :

  • Tidak boleh membawa benda bertuah apapun selain sabuk siswa karena bisa luntur kekuatanya.
  • Tidak boleh membawa kamera, hp dan sejenisnya.
  • Dilarang keras merokok dengan alasan apapun.

Demikian informasi ini kami beritahukan. Semoga membawa berkah dan hikmah bagi kita.
Terima kasih.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *