Seberapa Penting Mengikuti Kirab KANJENG KYAI RUWAT NAGARI Menurut Gubes MTM?

by

in

Seberapa Penting Mengikuti Kirab KANJENG KYAI RUWAT NAGARI Menurut Gubes MTM?

Ritual sakral yang penuh dengan tradisi spiritual ini bukanlah sesuatu hal yang biasa. Akan tetapi menurut Guru Besar sendiri, beliau ngendiko:

“Bahwa ruwat ini memang sangat istimewa sekali, dengan mengikuti kirab ini sebenarnya secara otomatis kita itu membangkitkan sedulur papat kalima pancer, merawat, menyelaraskan secara sempurna bagi mereka yang ketika kirab banyak membaca kunci ilmu MTM siswa dan amalan yang disiapkan oleh Padepokan pusat untuk dibaca ketika kita sedang mengikuti Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari.”

Kenapa bisa seperti itu? Karena memang sebelum kirab, malam sebelumnya sudah diritualkan oleh Guru Besar, bahwa langkah kaki ketika kirab setiap orang ini benar-benar akan membangkitkan dulur papat kalimo pancer secara sempurna, dirawat dan juga penyelarasan dulur papat kalimo pancer yang mempengaruhi kehidupan kita, untuk keberhasilan hidup kita dan menjauhkan semua hal-hal buruk yang akan datang kepada kita dan keluarga kita.


Petunjuk Gaib dan Simbolisme Pusaka Tombak

Diadakannya Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari bukan sesuatu hal yang hanya dirancang atau dipikirkan untuk kegiatan semata, namun perlu kita ketahui bahwa Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari ini sudah sesuai petunjuk yang didapatkan oleh beliau Guru Besar MTM Joko Dayu Satrio Tondonegoro Surya Macan Pringgondani.

Dengan gambaran karpet indah yang melingkar membentang sepanjang jalan ditapaki oleh peserta kirab, bekas kaki atau telapak kaki para peserta itu berwarna keemasan mencorong, yang mana di situ kita mengarak-arakan sebuah pusaka utama adalah Kanjeng Kyai Ruwat Nagari.

Kenapa yang dikirab utama ini adalah tombak, bukan keris atau lainnya? Karena tombak Kanjeng Kyai Ruwat Nagari ini adalah lambang perkumpulan semua kasta dari berbagai golongan, jadi tidak ada perbedaan kasta sehingga wujud gaib daripada tombak ini adalah pohon beringin yang sangat rindang yang mana bisa mengayomi seluruh peserta kirab secara spiritual hikmah daripada apa yang telah dijalani oleh Guru Besar.

Wujud cahaya keemasan dari telapak kaki itu diharapkan akan bisa membawa kemurnian hidup, membawa berbagai kebaikan dan semoga yang punya masalah, keruwetan hidup apapun diberi kelancaran dan kemudahan oleh Allah untuk penyelesaiannya dan yang menjadi harapannya tercapai. Aura kebajikan yang sangatlah banyak menyertai semua peserta kirab.


Keistiqomahan 7 Tahun Berturut-turut

Guru Besar juga menyarankan jangan putus kirab 7 tahun berturut-turut, niatkan! Apapun halangannya tetap kalian perjuangkan. Nanti yang akan Anda dapatkan dalam kehidupan ini adalah perubahan yang sangat baik sekali, ini sesuai gambaran dan sesuai doa daripada Guru Besar MTM.

Dan mulai tahun ini kita hafalkan apa doa yang digunakan untuk kirab dan gunakan sampai 7 tahun ke depan dan seterusnya jangan dilupakan, karena ini nanti akan membawa keajaiban dari sebuah keistiqomahan yang sangat besar sekali yang disertai dengan sebuah tradisi hikmah, ilmu hikmah, perjalanan hikmah spiritual secara mutlak.


Keunikan Kirab dan Doa untuk Keselamatan Bangsa

Apakah ada cara untuk mendapatkan ini semua tanpa mengikuti Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari?

Jawabnya:

“Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari ini memang spesial tidak bisa didapatkan dengan tirakat maupun membaca ilmu-ilmu yang jumlahnya ratusan ribu kali, bahkan jutaan kali, dikarenakan memang penuh tradisi hikmah sejati dan ritualnya dimulai oleh Guru Besar sehari sebelumnya dan tahun ini adalah awal terbesar daripada doa yang akan dijalani oleh Guru Besar kita secara menyeluruh, hingga tahun-tahun berikutnya dan seterusnya, agar ritual ini benar-benar membawa kebaikan semua peserta.”

Dalam kirab ini mendoakan negara, mendoakan bangsa, mendoakan padepokan, dusun yang kita tempati, desa yang kita tempati, kecamatan yang kita tempati, kabupaten yang kita tempati, provinsi yang kita tempati, hingga negara yang kita tempati ini agar diberi segala kebaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dijauhkan dari segala keburukan-keburukan yang tidak diinginkan.

Aamiin………!

Hormat Kami,
Dewan Pengurus Pusat


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *